Encode, decode, parse URL, dan build query string — semua dalam satu halaman.
Input
Teks atau URL yang akan di-encode
Output
Output akan muncul di sini…
Input: —
Output: —
—
URL
Query Parameters
Key
Value (decoded)
JSON Object atau Query String
Masukkan JSON {"key":"value"} atau key=value&key2=value2
Query String
Encoded Pairs
Key
Value
Encoded Pair
FAQ
URL Encoder / Decoder — KakAlvin Tools
URL Encoding atau Percent Encoding adalah proses mengubah karakter yang tidak aman atau tidak diizinkan dalam URL menjadi format %XX — di mana XX adalah kode heksadesimal karakter tersebut. Contoh: spasi menjadi %20, & menjadi %26, / menjadi %2F. Diperlukan karena URL hanya boleh mengandung subset karakter ASCII tertentu — karakter di luar itu harus di-encode agar URL valid dan dapat diproses server.
Encode Component mengubah SEMUA karakter khusus termasuk /, :, ?, #, &, dan = — cocok untuk meng-encode nilai query parameter individual agar karakter tersebut tidak disalahartikan sebagai struktur URL. Encode Full URL hanya mengubah karakter yang tidak aman tapi mempertahankan karakter struktural seperti /, :, ?, #, &, dan = — cocok untuk meng-encode URL lengkap tanpa merusak strukturnya.
%20 adalah representasi spasi dalam percent encoding standar (RFC 3986) — digunakan di path URL dan nilai parameter. Tanda + sebagai representasi spasi hanya valid dalam format application/x-www-form-urlencoded (form submission HTML) — bukan di semua bagian URL. Saat decode, mode Decode Component di tool ini menangani keduanya: mengubah + kembali menjadi spasi selain %20.
Mode Parse URL memecah URL lengkap menjadi komponen-komponennya secara terpisah: scheme (https), host (domain), port, path, query string, dan fragment (#anchor). Query string juga diurai lebih lanjut menjadi tabel key-value setiap parameter. Berguna untuk debugging URL yang panjang dan kompleks, atau memahami struktur URL dari redirect atau API response.
Build Query String menerima input berupa JSON object dan mengubahnya menjadi query string yang sudah ter-encode dengan benar. Contoh: {"nama": "Alvian Rizky", "kota": "Pontianak"} menjadi nama=Alvian%20Rizky&kota=Pontianak. Berguna saat membangun URL untuk API request secara manual atau debugging parameter yang perlu di-encode.
URL Encoding diperlukan saat: mengirim nilai query parameter yang mengandung karakter khusus (spasi, &, =, +), membuat link yang berisi teks dalam bahasa non-Latin (termasuk Bahasa Indonesia dengan karakter seperti é), menyisipkan URL sebagai nilai parameter di dalam URL lain, dan membangun API request secara manual dengan parameter yang kompleks.
Hampir sama. urlencode() PHP mengubah spasi menjadi + dan meng-encode karakter khusus — setara dengan mode Encode Component di tool ini, tapi dengan perbedaan spasi: PHP urlencode() menggunakan + sementara tool ini menggunakan %20 (rawurlencode standar RFC 3986). Untuk URL modern dan API, %20 lebih direkomendasikan dari +. Gunakan rawurlencode() di PHP untuk hasil yang konsisten dengan tool ini.